GERAKAN TEPAKISASI DAN GEMBESISASI

GERAKAN TEPAKISASI DAN GEMBESISASI

Oleh. Nur Mualifah, S.Pd (Guru IPA)

 

Dalam rangka menuju sekolah adiwiyata,  SMP N 2 Banyubiru sudah banyak melakukan kegiatan. Kegiatan yang sudah dilakukan adalah pemanfaatan lahan sekolah yang kosong. Dengan membuat kolam ikan, taman-taman, Green House, Tugu Literasi, Gazebo dan pengecatan dinding, tangga dan lantai. Kegiatan ini bersifat fisik.

Kegiatan non fisik / sikap juga dilakukan oleh warga SMP N 2 Banyubiru. Pembiasaan membuang sampah pada tempatnya, memisahkan sampah organik dan anorganik, pengkomposan, dan membentuk bank sampah. Kegiatan kebersihan juga digalakkan dengan membentuk piket taman dan piket menyiram tumbuhan pad ataman-taman yang ada.

Meskipun sudah banyak yang dilakukan, masalah sampah belum bisa terpecahkan dengan baik.Sampah plastik masih banyak terdapat di lingkungan sekolah. Apalagi setelah istirahat banyak sampah plastik memenuhi tempat sampah yang ada. Sampah yang ada berasal dari kantin yang berada di sekolah. Di kantin banyak berjualan minuman-minuman kemasan, sedotan, dan makanan-makanan ringan yang berwarna. Untuk itulah sekolah mulai hari senin, tanggal 30 September mengadakan gerakan Tepakisasi dan Gembesisasi.

Gerakan Tepakisasi dan Gembesisasi adalah suatu gerakan wajib yang harus dilaksanakan oleh semua warga sekolah. Diharapkan semua warga sekolah bisa membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Dengan membawa bekal dari rumah kebersihan, kandungan gizi dan kesehatannya lebih terjamin. Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk mengurangi sampah plastik yang ada.

Pembenahan kantin juga dilaksanakan. Kantin akan direhap sedemikian rupa sehingga akan menjadi kantin yang sehat. Pihak kantin juga diajak bermusyawarah untuk mewujutkan sekolah adiwiyata. Kantin diminta untuk tidak menjual makanan, minuman kemasan plastik. Makanan dan minuman yang dijualpun harus bebas 5 P (Pemanis, Pewarna, Penyedap rasa, Pengawet,  dan plastik).

Penjualan minuman diperbolehkan dengan membuat minuman yang diletakkan dalam Jumbo. Anak yang membeli minuman bisa dimasukkan ke dalam gembes/botolnya. Jika anak tidak membawa maka pihak kantin menyediakan gelas dari plastik yang bisa dipakai berulang. Untuk makanan yang dijual juga sama tidak boleh dibungkus dengan plastik, melainkan langsung dimasukkan dalam tepak yang telah dibawa oleh anak.

Sudah saatnya mulai gaya hidup yang berbeda. Memulai gaya hidup moderent dengan mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai. Gerakan ini sangat berpengaruh untuk menjaga lingkungan tetap sehat dan hidup sehat. Maka dari itu sebagai oaring tua, guru, dan kantin mempunyai peran yang sama dan ikut andil dalam membentuk kebiasaan dalam menkonsumsi jajanan.

Kurangnya pengawasan dari pihak sekolah, sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menjual makanan dan minuman yang sudah tidak layak konsumsi. Seperti makanan dan minuman kedaluarsa, sehingga mengandung bahan yang berbahaya. Banyak mengandung pewarna sintesis seperti rhodamin, methyl yellow, hingga pengawet berupa borax/formalin.

Sekolah juga mengembangkan kebun sekolah sebagai media pengenalan dan pembelajaran bagi anak tentang pangan sejak dini. Dengan demikian diharapkan mampu menggugah kecintaan anak-anak pada makanan sayur dan buah-buahan.  Sehingga diharapkan anak-anak akan menyukai sayuran dan buah-buahan.

Sekolah juga menyediakan dispenser galon air minum yang diletakkan di masing-masing kelas. Anak-anak yang merasa haus dan bekal minumnya habis, bisa mengambil minum dari kelas tersebut dengan memasukkan minuman ke dalam botolnya. Atau bisa juga minum dengan gelas yang sudah disediakan. Selanjutnya anak tidak perlu membeli minuman ke kantin, hal itu bisa membuat anak-anak hemat uang saku.

Perilaku hidup sehat dengan membiasakan cuci tangan juga digalakkan di sekolah SMP N 2 Banyubiru. Pembangunan banyak wastafel dilaksanakan untuk mendukung program tersebut. Wastafel dilengkapi dengan sabun cuci tangan. Kebiasaan cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan, serta setelah melakukan aktivitas fisik yang cukup. Aktivitas tersebut seperti senam, kerja bakti membersihkan kelas, dan piket taman.

Pengumpulan tugas pembuatan Ecobricks. Ecobricks merupakan salah satu cara untuk mengelola limbah anorganik. Pembuatan Ecobricks cukup mudah, dengan menyiapkan botol bekas kemasam minuman. Selanjutnya sampah plastik bersih dan kering dipotong kecil-kecil, dan dimasukkan ke dalam botot tersebut. Berikutnya sampah-sampah tersebut dipadatkan, sehingga mencapai berat tertentu. Ecobricks yang sudah terbentuk akan sangat kuat dan tidak bisa pecah dan hancur. Bahkan Ecobricks lebih kuat dari pada batu bata biasa. Ecobricks bisa dibuat menjadi meja, tempat duduk, tempat sampah, gapuro atau apa saja sesuai dengan keinginan kita.

Semoga dengan banyak hal yang sudah dilaksanakan warga sekolah SMP N 2 Banyubiru,  sekolah adiwiyata dapat terwujud. Hal yang lebih penting adalah mencapai tujuan sekolah adiwiyata untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah untuk turut aktif bertanggungjawab dalam upaya penanggulangan dan penyelamatan lingkungan bagi sekolah




Kontak


Alamat :

Jl. Brantas Desa Kebumen Kecamatan Banyubiru

Telepon :

02986072428

Email :

[email protected]

Website :

www.smpn2banyubiru.sch.id

Media Sosial :

MARS GRIDABA


PROKES COVID-19