MEMANFAATKAN LIMBAH PLASTIK DENGAN ECOBRICK


Permasalahan sampah sampai saat ini masih belum juga ada pemecahannya.  Di mana-mana sampah dibiarkan saja menggunung tanpa ada solusi nyata.

Gembar-gembor slogan hanya pajangan saja. Aksi nyata belum menunjukkan yang signifikan. Hal ini bisa kita lihat di beberapa TPA (Tempat Penampungan Akhir) makin hari makin banyak saja. Belum lagi di tempat-tempat umum sampah dibiarkan bercampur antara sampah organik dan unorganik, misalnya di pasar, di jalan, sekolah atau kantor-kantor tertentu. 

Benar-benar memprihatinkan sampah di negeri ini. Menurut data Jenna Jambeck, seorang peneliti sampah dari Georgia, Indonesia berada di peringkat kedua penghasil sampah plastik yang mencapai 187,2 ton setelah China ( alam.wordpress.com). 

Hal tersebut terbukti bahwa masyarakat belum menyadari akan dampak buruk sampah.  Apalagi yang makin tak terkendlai adalah sampah plastik yang kian hari kian tak terkendali. Konon lautan banyak dipenuhi sampah palstik. Terlebih sampah yang dari rumah tangga berupa pampers. 

Benar juga hal itu. Kita bisa lihat saat ini  ibu muda tak mau direpotkan seperti zaman dulu yaitu popok kain. Kini hampir sebagian balita memakai pampers. Bagaimana membuangnya usai dipakai? Masukkan plastik lalu buang begitu saja tanpa memikirkan apa jadinya nanti. Belum lagi ada juga yang membakar sampah plastik dengan seenaknya. Bukan menyelesaikan masalah tetapi menimbulkan hal baru karena akan ada zat dioksi yang akan memperburuk kesehatan. 

Oleh karena itulah kita wajib turun tangan agar permasalahan tersebut tidak berkepanjangan. Mari kita terapkan  3 R yaitu Reduce ( mengurangi), Reuce ( menggunakan kembali) dan Recycle ( mendaur ulang). Salah satu cara mengatasi sampah platik dengan mudah dan simple adalah dengan Ecobrick. Metode yang meminimalisir sampah plastik dengan media botol plastik. Botol tersebut diisi sampah anorganik ( sampah yang tak dapat terurai atau membutuhkan waktu lama untuk terurai) 

Nah amat mudah mempraktikannya. Hanya butuh botol minuman kemudian kayu sebagai sarana untuk memadatkanya. Dengan cara ini pelan-pelan sampah yang ada di sekiling kita berkurang. Kita akan ikut menyelamatkan dunia dari sampah plastik. Kemudian untuk apa botol yang sudah terisi palstik terebut. Botol tersebut jika sudah terisi pajangan atau hiasan. Bisa juga untuk kursi dengan cara menyatukan.

Alhamdulilah Ecobrick mulai diajarkan pada anak didik di sekolah kami. Setiap siswa wajib membawa botol. Jika punya plastik, dimasukkan di botol tersebut. 

Mari kita ikut berperan aktif dalam mengatasi sampah dengan cara Ecobrick. Bisa kita mulai dengan meletakkan botol kosong di ruang tamu, meja kerja, dapur atau ruang lain agar mudah membuang sampah plastik.
Oleh : Budiyanti, S.Pd. 



Kontak


Alamat :

Jl. Brantas Desa Kebumen Kecamatan Banyubiru

Telepon :

02986072428

Email :

[email protected]

Website :

www.smpn2banyubiru.sch.id

Media Sosial :

MARS GRIDABA


PROKES COVID-19